SOLUSI BUDIDAYA IKAN PATIN DALAM LAHAN SEMPIT

 
 Dewasa ini, potensi perikanan budi daya di tanah air cukup menjanjikan, sehingga wajar jika potensi tersebut dikembangkan. Apalagi dengan adanya program pemerintah pusat untuk meningkatkan produksi perikanan budi daya sebesar 353 persen pada tahun 2014.

Olehnya itu, sektor perikanan budi daya saat ini semakin mendapat perhatian bahkan belum lama ini Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan telah menebar 2 (dua) juta ekor ikan Nila dan ikan Mas di daerah ini.


Hal tersebut membuktikan bahwa perikanan budi daya saat ini sangat menjanjikan masa depan. Namun demikian, bukan berarti bahwa lahan budi daya hanya dilakukan oleh masyarakat yang ada di perdesaan atau yang memiliki lahan luas, sehingga dapat dikategorikan bisa menghasilkan ikan, tapi masyarakat di perkotaan pun bisa menghasilkan ikan dari hasil budi daya dengan menggunakan kolam terpal.

Kolam terpal yang digunakan itu tidak mengganggu lahan yang lain karena bukan hanya dilakukan pada lahan tertentu atau dengan kata lain lahan yang telah disiapkan dan jauh dari rumah, tapi melainkan kolam terpal ini bisa dibuat di halaman rumah atau bahkan di dalam rumah sekalipun. Kolam terpal tidak membutuhkan tempat yang luas seperti dilakukan petani tambak selama ini.

Lahan Sempit

Budi daya ikan dengan menggunakan kolam terpal sudah memudahkan masyarakat perkotaan karena tidak membutuhkan lahan yang luas. Asal mau, pekarangan rumah pun bisa dimanfaatkan tanpa mengganggu lingkungan sekelilingnya.

Artinya, lahan yang selama ini kurang bermanfaat bisa disulap menjadi penghasil rupiah. Dengan demikian, maka siapapun yang ingin mengembangkan usaha ini dapat mencobanya lantaran luas lahan dan biaya yang dibutuhkan tidak terlalu mahal.

Kolam terpal bisa menghasilkan uang pada rumah-rumah yang bertingkat tanpa mengganggu ruangan yang ada. Di samping itu, biayanya juga tergolong murah dan dapat diubah posisinya serta dapat dipindahkan sesuai keinginan pemiliknya.

Kolam terpal ini merupakan salah satu peluang yang baik bagi pengembangan budi daya ikan patin (Pangasius sp), ikan mas (Cyprinus carpio), ikan nila (Oreochromis niloticus), ikan lele (Clarias sp), dan ikan gurami (Osphronemus gouramy).

Jadi kolam terpal dapat diterapkan untuk pembenihan, pendederan, pembesaran hingga menghasilkan ikan konsumsi. Dengan adanya kolam terpal, budi daya tidak lagi terpusat pada lahan yang ideal, yang memungkinkan dibangun kolam dan mempunyai sumber air melimpah.

Sumber Air

Kolam terpal tidak menyusahkan bagi orang yang ingin mencoba membudidayakan ikan, karena sumber airnya tidak terbatas. Walaupun hanya air dari PAM sudah bisa melakukan usaha budi daya. Sehingga masyarakat khususnya yang berdomisili di perkotaan dapat melakukannya. Ini merupakan salah satu dari sisi kemudahan tentang penggunaan sumber air.

Kalau kita lihat di mana ikan patin merupakan salah satu jenis ikan yang dapat bertahan hidup pada perairan yang minim oksigen sehingga dapat dipelihara di kolam tadah hujan. Namun kolam tadah hujan ini merupakan teknologi budi daya ikan yang diterapkan di daerah sulit air, namun pembangunan kolam tadah hujan juga membutuhkan biaya yang besar.

Di samping itu, air pada kolam tadah hujan dapat hilang melalui penyerapan tanah di kolam dan penguapan. Kolam terpal merupakan solusi yang tepat karena biaya pembuatannya murah dan air di kolam ini hilang hanya melalui penguapan.

Bahkan kolam terpal ini dapat digunakan pada tanah yang porous atau tanah berpasir dan tidak baik atau tidak cocok untuk membangun kolam karena tidak mampu menahannya. Kolam terpal merupakan alternatif yang baik untuk digunakan dalam usaha budi daya ikan di masa depan.

Salah satu ikan yang bernilai ekonomis adalah ikan patin yang tergolong ikan yang unggul dan bisa mencapai ukuran besar (1,2 meter) dan pertumbuhannya cepat, bahkan respons terhadap pakan buatan serta dapat dibudidayakan di berbagai tipe perairan dan wadah budi daya. Pasalnya, ikan patin termasuk kelompok ikan catfish yang dapat hidup pada perairan dengan kandungan oksigen rendah.

Produksi Ikan Patin

Salah satu jenis ikan yang cukup digemari adalah ikan patin. Olehnya itu, penulis mengambil contoh ikan tersebut. Kalau produksi patin Vietnam telah melampaui angka 1 juta ton pada tahun 2007, sedangkan Indonesia baru mampu memproduksi 29.000 ton patin pada tahun yang sama. Patin Vietnam menguasai pasar Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Untuk melindungi industri budi daya patin di dalam negeri, pemerintah AS menerapkan bea masuk patin Vietnam sekitar 37-65 persen. Bila tidak, budi daya patin AS di Mississipi, Alabama, Lousiana, dan Arkansas akan tamat.

Vietnam mempunyai pabrik pengelola patin terbesar di dunia, yaitu Nam Vietnam Corporation (Navifishco) dan An Giang Fisheries Import Export Co (Agifish). Navifishco merupakan pabrik pengelola patin terbesar di Vietnam dan di dunia. Pada tahun 2006, Navifishco menghasilkan turnover sampai 1 miliar dolar dan menguasai pasar Eropa, bahkan kini merambah Rusia. (Ghufran, 2010).
Olehnya itu, patin merupakan ikan penting di dunia karena dagingnya tergolong enak, lezat dan gurih. Di samping itu patin juga mengandung protein yang tinggi dan kolestrol yang rendah. Patin mengandung protein 68,6 persen, lemak 5,8 persen, abu 3,5 persen, dan air 59,3 persen. Irisan daging patin menjadi menarik bagi konsumen karena berukuran besar dan dagingnya berwarna putih.

Dengan demikian, maka beberapa ikan bernilai ekonomis dapat di budi dayakan pada kolam terpal lantaran penanganannya tergolong mudah dan biaya juga cukup terjangkau, sehingga ke depan kolam terpal ini dapat diandalkan untuk mendukung program pemerintah pusat melalui Departemen Kelautan dan Perikanan dalam meningkatkan produksi perikanan budi daya sebesar 353 persen pada tahun 2014 akan datang.

Oleh karena itu, maka mau atau tidak, kita kembali kepada usaha budi daya yang boleh dikata masih sangat bagus, baik lahan yang dimiliki daerah maupun pangsa pasarnya, sehingga ini menjadi peluang emas bagi para pembudi daya atau pengelola lahan.

Apalagi dengan pemanfaatan kolam terpal. Pasalnya, kebutuhan akan ikan air tawar bagi masyarakat dunia sangat memiliki banyak peluang, sehingga usaha perikanan budi daya masih yang terbaik untuk dikembangkan, karena selain komoditasnya yang sangat mudah dibudi dayakan juga pangsa pasarnya sangat terbuka lebar.

Sisa bagaimana bangsa ini dapat mengelolanya dengan baik. Apalagi Sulsel yang jauh lebih banyak pundi-pundi budi daya ikan air tawar yang bisa dikembangkan terlebih dengan kolam terpal, sehingga masyarakat perkotaan pun dapat melakukannya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam.